Ait-Nouri, Sang Penyelamat Wolves yang Serba Bisa

Di tengah krisis cedera yang menimpa pemain Wolves, manajer Gary O’Neil menemukan penghiburan pada sosok pemain yang mampu bertransisi dengan mulus di tiga posisi.

Dalam kemenangan 2-1 atas Fulham, Rayan Ait-Nouri menunjukkan keserbagunaannya dengan memulai sebagai bek kiri dan berakhir sebagai playmaker di posisi nomor sepuluh.

Ait-Nouri mencetak gol pembuka untuk tim tuan rumah pada menit ke-52 dan terbukti menjadi ancaman yang tak kenal lelah, dengan cepat bermanuver ke setiap ruang yang tersedia di lapangan sambil tetap mempertahankan pendekatan disiplin saat bermain dengan punggung menghadap gawang.

Momen penting dalam penampilan gemilang Ait-Nouri terjadi di babak pertama ketika Andreas Pereira mencoba melancarkan serangan balik saat Wolves menekan tinggi di lapangan. Ait-Nouri dengan cepat berlari kembali dan melakukan tekel yang menentukan di garis tengah. Tanpa jeda, ia langsung bangkit dan meninggalkan Harry Wilson di belakang saat ia melaju ke depan.

Secara konsisten mengubah pertahanan menjadi serangan, Ait-Nouri terbukti menjadi faktor penentu bagi tim O’Neil dalam pertandingan yang ketat melawan Fulham.

O’Neil menyatakan di situs web klub: “Sangat penting untuk dapat menggunakannya di beberapa posisi berbeda karena kebutuhan. Dia bisa bermain di dalam dan bermain di lini tengah dari bek kiri, dia bermain sebagai 10 di babak kedua.”

Ait Nouri: Andalan Wolves yang Bisa Diandalkan

Pemain internasional Aljazair ini berpotensi menjadi salah satu bek kiri terbaik di Eropa. Di usianya yang baru 22 tahun, ia sudah memiliki banyak pengalaman bersaing di musim keempatnya di Liga Premier.

Ait-Nouri telah menunjukkan kualitas serangannya yang efektif serta pertahanannya dalam situasi satu lawan satu, menjadikannya pemain yang dapat diandalkan dalam tim Wolverhampton Wanderers. Dan sekarang ia telah menunjukkan bahwa ia bahkan dapat bermain sebagai gelandang serang jika diperlukan.

Satu-satunya kritik nyata yang dapat dilontarkan kepada Ait-Nouri adalah gol dan assistnya yang buruk. Untuk pemain yang memiliki dribbling dan umpan yang bagus, ia kesulitan untuk benar-benar mencatatkan assist, ia hanya mendapat satu musim ini. Selain itu, pemain Aljazair itu telah mencetak satu gol tetapi juga melewatkan tiga peluang besar.