Bencana Performa: Kritikan Tajam untuk Rasmus Hojlund setelah Kemenangan 2-0 Manchester United atas Wigan

Penampilan Buruk Pemain yang Jarang Dibicarakan oleh Fans, “Bro Tercelat”

Pada pertandingan Piala FA putaran ketiga, tanggal 8 Januari, Manchester United berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Wigan Athletic. Namun, kemenangan ini tidak lepas dari sorotan tajam yang dialamatkan kepada penyerang mereka, Rasmus Hojlund.

Performa Mengecewakan Hojlund

Meskipun permainan pendukung Hojlund terlihat cukup baik, penyelesaian akhirnya jauh dari memuaskan. Pemain asal Denmark tersebut gagal memanfaatkan dua peluang besar dan hanya berhasil mencetak dua tembakan tepat sasaran dari empat percobaan. Selain itu, Hojlund kehilangan bola tujuh kali dan hanya memenangkan lima dari dua belas duel yang dijalaninya.

Performa buruknya kontra Wigan membuat Hojlund, yang dibeli dari Atalanta dengan harga dilaporkan £72 juta, hanya mencatatkan satu gol dari 18 pertandingan di Premier League, EFL Cup, dan Piala FA. Sebuah kontras besar dengan penampilannya di Liga Champions UEFA, di mana ia mencetak lima gol dalam enam pertandingan.

Kemenangan yang Disertai Kritik

Meskipun menghadapi kesulitan, United berhasil meraih kemenangan. Diogo Dalot membuka skor dengan sepakan melengkung dari luar kotak penalti pada menit ke-22, sebelum penalti Bruno Fernandes pada menit ke-74 memastikan langkah mereka ke babak keempat.

Kritik Tajam dari Legenda

Rasmus Hojlund mendapat kritikan tajam, terutama terkait peluang emas yang gagal dimanfaatkannya. Saat babak pertama, kiper Wigan Athletic, Sam Tickle, memblokir tendangan Marcus Rashford, bola langsung menuju Hojlund. Namun, sang pemain gagal bereaksi dengan cepat dan bola melenceng dari sasaran, meski gawang hampir terbuka lebar.

Legenda Arsenal, Ian Wright, yang menjadi pundit untuk ITV, menyayangkan nasib Hojlund di babak pertama. Namun, legenda Manchester United, Roy Keane, yang juga berada di studio, memberikan kritikan keras terhadap pemain berusia 20 tahun tersebut. Keane menyebutnya, “Kamu terlalu baik. Saya akan sangat marah padanya.”

Tantangan Mendatang untuk Hojlund

Kekalahan tersebut menempatkan Hojlund dalam tekanan, dengan kritik dari berbagai pihak. Peluang berikutnya untuk kembali menemukan ketajamannya akan datang pada tanggal 14 Januari, saat Manchester United menjamu Tottenham Hotspur di Premier League. Hojlund harus segera mengatasi krisis performanya jika ingin membuktikan nilai transfer yang mahal dan menghadapi kritik dari para penggemar.