Krisis Koordinasi di Manchester United: Pengakuan Pahit Ralf Rangnick

Pengungkapan Mantan Pelatih Leeds United, Jesse Marsch, Terkait Penilaian Ralf Rangnick terhadap Manchester United

Sebuah laporan yang baru muncul mengungkap pandangan kritis Ralf Rangnick terhadap situasi di Manchester United. Pelatih interim eks-Red Devils tersebut mengekspresikan ketidaksempurnaan koordinasi di klub tersebut, menggambarkan tingkat keselarasan yang hampir nol.

Masa Pimpinan Rangnick yang Kontroversial

Rangnick, yang menghabiskan lima bulan di Old Trafford setelah pemecatan Ole Gunnar Solskjaer, gagal memberikan perubahan signifikan pada performa tim yang sudah berjuang. Dengan finis di posisi keenam di klasemen Liga Premier, ekspektasi untuk peran konsultasi Rangnick di klub tersebut pupus, dan ia memilih menjadi pelatih tim nasional Austria.

Tantangan Komunikasi di Old Trafford

Jesse Marsch, yang sebelumnya bekerja sama dengan Rangnick di RB Leipzig, mengungkapkan pandangan mereka terhadap masalah di Old Trafford. Menurut Marsch, kurangnya koordinasi antara departemen scouting, departemen olahraga, dan direktur membuat mereka merasa tak yakin akan masa depan mereka di klub tersebut.

Diagnosis Rangnick pada April 2022

Dalam pernyataannya pada April 2022, Rangnick dengan tajam mengkritik klub dari atas hingga bawah. Ia menyatakan, “Anda bahkan tidak perlu kacamata untuk melihat dan menganalisis di mana masalahnya. Sekarang ini tentang bagaimana kita menyelesaikannya?”

Pergantian Pemimpin: Ten Hag Mengambil Alih

Pada Juli 2022, Erik ten Hag menggantikan Rangnick sebagai pelatih kepala permanen Manchester United. Ten Hag berhasil mengakhiri paceklik trofi selama enam tahun dengan meraih Carabao Cup dan membawa mereka finis di peringkat ketiga pada musim 2022-23.

Wishlist Transfer Rangnick yang Diabaikan

Pemain yang Diinginkan Rangnick, tapi Manchester United Abaikan

Rangnick, meski tidak memiliki kesempatan untuk melakukan transfer permanen selama masa kepemimpinannya, memberikan saran kepada klub tentang empat bintang Eropa yang seharusnya menjadi target. Demikian ungkap mantan striker Chelsea, Demba Ba, yang saat itu menjadi binaan Rangnick.

Kejutan dalam Wishlist Januari 2022

Menurut Ba, Rangnick memberikan daftar pemain yang seharusnya direkrut oleh Manchester United pada Januari 2022. Nama-nama seperti Josko Gvardiol, Jude Bellingham, Erling Haaland, dan Enzo Fernandez masuk dalam daftar tersebut.

Pelajaran dari Pilihan Transfer Rangnick

Haaland, Gvardiol, dan Fernandez telah menjadi pemain berpengaruh di Liga Premier, namun, sayangnya, Manchester United mengabaikan saran Rangnick. Masalah mencetak gol masih menjadi pekerjaan rumah untuk klub tersebut, dengan hanya 22 gol dalam 20 pertandingan, melebihi hanya Sheffield United dan Burnley di klasemen.