Kudus Lebih Unggul dari Salah: Podcaster Kontroversial Menggoyang Dunia Sepak Bola

Penyerang West Ham United, Mohammed Kudus, Dinyatakan Lebih Baik daripada Superstar Liverpool, Mohamed Salah

Dalam sebuah pernyataan kontroversial, podcaster Tom Garratt dengan tegas menyebutkan bahwa penyerang West Ham United, Mohammed Kudus, adalah seorang pemain sepak bola yang lebih baik daripada superstar Liverpool, Mohamed Salah.

Dominasi Salah di Musim Ini Tampak Meredup?

Meskipun Mohamed Salah, 30, telah mengawali musim ini dengan penampilan yang memikat, mencatat 18 gol dan sembilan assist dalam 27 pertandingan di berbagai kompetisi, Garratt memiliki pandangan unik terkait ikon Liga Inggris ini. Meski menjadi pencetak gol terbanyak bersama Erling Haaland di Premier League, Garratt menyatakan bahwa penampilan Salah terlihat biasa-biasa saja musim ini.

Garratt menilai bahwa performa Salah terlihat menurun, terutama dalam pertandingan melawan Manchester United (0-0) dan Arsenal (1-1). Ia menyebutkan dalam podcast Pitchside:

“Dia (Salah) belum menunjukkan peningkatan musim ini. Dia tampil rata di banyak pertandingan. Dia buruk melawan Man United dan tidak begitu bagus melawan Arsenal. Ketika saya menonton Salah, banyak waktu dia tampil biasa.”

Kudus Lebih Unggul, Menurut Garratt

Dalam dialog lanjutan, ketika ditanya apakah Kudus dari West Ham lebih baik, Garratt tanpa ragu menjawab:

“Ya. Dia (Kudus) adalah seorang pemain sepak bola yang lebih baik daripada Salah, itu pasti.”

Kudus, yang berusia 23 tahun, bergabung dengan West Ham dari Ajax pada musim panas dengan biaya transfer sekitar £38 juta. Penyerang asal Ghana ini telah mencetak sembilan gol dan memberikan satu assist dalam 24 pertandingan di berbagai kompetisi.

Jürgen Klopp Temukan Solusi Pengganti Salah Selama AFCON

Dengan absennya Mohamed Salah untuk mengikuti Piala Afrika (AFCON) bersama Mesir, manajer Liverpool, Jürgen Klopp, tampaknya telah menemukan solusi potensial dengan memanfaatkan Harvey Elliott di sayap kanan. Klopp menyatakan:

“Kami pernah bermain melawan West Ham dengan Harvey di sana dan kami memiliki opsi pertahanan yang berbeda. Pemain lain dapat bermain di sayap, tetapi mungkin tidak seperti Mo, itu tidak mungkin. Kami menggunakan kemampuan anak-anak dan itulah ide di baliknya. Apakah kami ingin bermain tanpa Mo? Tidak.”

Elliott, yang berusia 20 tahun, telah memberikan kontribusi positif dengan energinya dan kemampuannya yang serbaguna. Namun, meski hanya mencetak satu gol dan memberikan dua assist dalam 25 pertandingan di berbagai kompetisi, Elliott menjadi kandidat potensial sebagai pengganti Salah selama absennya sang pemain bintang.