Sambutan Tidak Terlupakan untuk Aisha Tamba, Istri Muda Pahlawan Liverpool Sadio Mane saat Kembali ke Sekolah

Pahlawan Liverpool, Sadio Mane, belum lama ini menikah dengan Aisha Tamba, yang berusia 18 tahun. Meski baru menikah, Aisha tetap melanjutkan studinya dan mendapatkan sambutan meriah saat kembali ke sekolahnya.

Saat sang pengantin muda kembali ke sekolahnya di Mbao, Dakar, ia dikejutkan oleh siswa dan staf, yang semua berkumpul untuk menyambutnya. Menurut Senenews (melalui The Daily Mail), kerumunan itu mengeluarkan nyanyian dan lagu yang menyebutnya ‘Sadio amenda jabar – Aissa amena jekeur,’ yang diterjemahkan sebagai ‘Madame Sadio Mane.’

Menunda Bulan Madu karena Pendidikan

Moussa Ndiaye, sahabat terbaik Mane, mengungkapkan alasan mengapa pasangan muda ini belum melakukan bulan madu. Dengan Mane sekarang bertugas dengan tim nasional Senegal di Piala Afrika, Aisha Tamba harus fokus pada ujian baccalaureate terakhirnya. Ndiaye mengatakan kepada MailOnline (melalui Daily Mail):

“Sadio berharap dapat melakukan bulan madu setelah pertandingan final, jika Senegal berhasil mencapainya, atau sebelumnya, jika mereka tersingkir. Namun, keluarga Aisha ingin dia tetap fokus pada pendidikannya. Dia memiliki ujian sangat penting dan mereka tidak ingin pernikahan ini menghalangi.”

Pendidikan Tetap Prioritas

Ndiaye menambahkan, “Meskipun sekarang dia menikah dengan Sadio, yang menjadi pria paling terkenal di Senegal, dia masih seorang pelajar dan harus menyelesaikan studinya. Mereka yakin akan ada banyak kesempatan liburan di masa depan. Saat ini, pekerjaan sekolahnya harus menjadi prioritas.”

Sadio Mane dan Tantangan Berat di AFCON 2024

Kapten Teranga Lions Siap Hadapi Saingan Terberat

Pahlawan Liverpool, Sadio Mane, mengungkapkan pandangannya mengenai turnamen mendatang, dengan mengantisipasi bahwa ini akan menjadi salah satu yang paling sulit. Mane, yang kini menjadi kapten Teranga Lions, berharap dapat membantu Senegal mempertahankan gelarnya, meski mengakui bahwa itu tidak akan mudah.

Dalam wawancara dengan CAFOnline, mantan penyerang Liverpool tersebut mengatakan:

“Kami tahu ini tidak akan mudah, tetapi kami akan berusaha yang terbaik dan mencoba melewati setiap putaran. Kami mengantisipasi persaingan yang sengit. Kompetisi ini akan menjadi salah satu yang paling kuat sejak saya mulai bermain di sini, karena semua negara besar hadir dan mereka semua memiliki target mereka sendiri, tapi kita akan lihat apa yang akan terjadi.”

Tantangan Grup yang Sulit

Teranga Lions harus keluar dari grup yang sulit jika ingin melangkah jauh dalam turnamen ini. Mereka akan menghadapi Kamerun, Guinea, dan Gambia pada bulan Januari ini, dan berharap dapat mengumpulkan cukup poin untuk lolos ke babak gugur.