Tantangan Tersembunyi di Balik Gemerlap Kemenangan Piala FA Manchester United: Rasmus Hojlund Berkutat dengan Pelayanan yang Minim

Alan Shearer dan Paul Parker Angkat Suara

Alan Shearer: “Frustrasi Bermain di Tim Itu”

Pada kemenangan 4-2 Manchester United atas Newport County dalam putaran keempat Piala FA, Rasmus Hojlund terlihat frustrasi karena minimnya pelayanan. Legenda Premier League, Alan Shearer, berpendapat bahwa pemain muda tersebut seharusnya mendapatkan lebih banyak umpan untuk menunjukkan potensinya.

Menurut Shearer, Hojlund berusaha semaksimal mungkin meski rekan-rekannya kurang memberikan kontribusi yang cukup. Dalam komentarnya di BBC, Shearer menyatakan, “Saya pikir dia bekerja keras di lini depan sendirian. Dia memimpin lini dengan baik. Saya pikir dia pantas mendapatkan gol karena usahanya itu. Meskipun terkadang frustrasi bermain di tim itu, dia terus berjuang dan akhirnya mencetak gol. Dia pantas mendapatkannya.”

Paul Parker: Kritik Tajam untuk Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho

Paul Parker turut mengkritik Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho, menyatakan bahwa tidak ada penyerang yang ingin bermain dengan dua winger tersebut. Bek kanan eks-Manchester United menambahkan bahwa Hojlund sering kali membuat lari yang baik, namun jarang mendapat umpan di dekat gawang lawan.

Menurut Parker, “Jujur, harus sulit bagi Rasmus Højlund bermain dengan rekan setim seperti itu. Tidak ada penyerang yang ingin bermain bersama Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho. Meskipun Roy Keane mengatakan bahwa Højlund kurang menunjukkan keinginan mencetak gol, sulit juga ketika dia jarang mendapat bola.”

Performa Højlund: Kilas Balik dan Tantangan Masa Depan

Højlund, yang dibeli oleh Manchester United dari Atalanta dengan biaya £72 juta, tampil impresif di Liga Champions musim ini dengan mencetak lima gol dalam enam pertandingan. Namun, performanya di Liga Primer dan Piala FA belum mencapai tingkat yang diharapkan, dengan hanya dua gol dalam 16 pertandingan Liga Primer dan satu gol dalam dua pertandingan Piala FA.

Tantangan Masa Depan untuk Højlund: Lebih Egois dan Perbaiki Lari ke Kotak Penalti

Meski mendapat kritik, Roy Keane menyoroti kurangnya keinginan Højlund untuk mencetak gol. Namun, Paul Parker menyarankan agar pemain Denmark tersebut lebih egois dan lebih sering meminta umpan untuk meningkatkan performanya. Højlund dituntut untuk lebih baik dalam membuat lari ke kotak penalti untuk membantu timnya mencetak gol lebih banyak.

Dengan kritik dan tantangan ini, masa depan Højlund di panggung sepak bola Inggris menjadi sorotan. Apakah dia mampu mengatasi kendala tersebut dan menjadi motor utama serangan Manchester United? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.